Boni Hargens. [Dok. SP]
Calon presiden (capres) yang berpartisipasi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014, harus menjadi pribadi yang berkorban demi bangsa dan mengatasi kepentingan pribadi dan golongan.
Capres harus meniru sikap Presiden Soekarno, yang memimpin bukan untuk kepentingan diri dan kelompok, melainkan sebuah pengorbanan segenap hidup untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Sikap berkorban, itu yang kurang dimiliki oleh capres. Dan ini nilai minus yang harus segera diubah," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, Kamis (9/1).
Menurut Boni, politik bangsa Indonesia hari ini sudah terlalu dangkal. Krisis ideologi dan orientasi merupakan masalah yang terjadi dalam setiap kelompok politik.
Karena itu, menurutnya, para capres segera mulai introspeksi diri dan meniru sikap mulia Soekarno sebagai Bapak Bangsa.
"Harus diakui, Soekarno adalah pemimpin sejati, yang banyak bertindak, dan setiap orasinya merupakan refleksi atas apa yang dilakukannya. Ia tidak berhenti pada berkata-kata, tetapi bertindak. Ia tidak hanya pandai berpidato, tetapi giat dalam berbuat untuk bangsa dan negaranya. Ini teladan besar yang harus ditiru oleh semua calon presiden 2014," tegasnya.
Boni menambahkan, saat ini kepemimpinan politik masih menjadi tema besar, karena persis di situlah akar kebuntuan demokratisasi di negeri ini.
Krisis kepemimpinan selalu menjadi wacana yang serius menjelang pemilu, termasuk menjelang kontestasi 2014. Salah satu alasan mendasar, mengapa terjadi krisis kepemimpinan yakni, bangsa ini selalu lupa pada sejarah.
Bangsa ini, sering lupa pada Soekarno yang dicatat oleh sejarah sebagai tidak sekadar pendiri republik ini, tetapi juga seorang pemimpin besar di kawasan Asia-Pasifik pada masanya.
Bangsa ini perlu menghargai sejarah karena menghargai sejarah adalah menyelamatkan masa depan bangsa.
"Sayang sekali, sampai hari ini, Bung Karno tidak ditetapkan sebagai bapak bangsa. Padahal kebesarannya sudah dikenal di dunia internasional. Untuk itu, kita perlu mendorong pemerintah untuk mengeluarkan keputusan yang menetapkan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Bentuknya bisa melalui Keputusan Presiden (Keppres)," tegasnya.
http://www.suarapembaruan.com/home/capres-2014-harus-teladani-presiden-soekarno/47690
Tidak ada komentar :
Posting Komentar